Rabu, 12 Juni 2013

Tak Harus Memiliki


Terima kasih Tuhan atas segalanya, meskipun menyedihkan namun hanya dengan melihat wajahnya lagi itu cukup bagiku.
Aku Yuri, mahasiswi perguruan tinggi negeri di Jogjya. Tahun lalu aku mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Jepang. Saat pertama kali menginjakkan kakiku disana tak banyak kata yg mampu ku ucapkan, takjub dan rasa tak percaya bahwa aku berada di negeri impianku selama ini.
Hari-hari berjalan begitu saja selama di Negeri Matahari Terbit, Hingga natsu matsuri pun tiba. Aku tanpa sengaja bertemu dengan seorang pria yang sedang bermain kembang api bersama dengan anak-anak di sebuah taman. “Hitori de?” Tanya pria yg tadinya sedang bermain kembang api menghampiriku. “Ha… Hai” jawabku ragu. “Woah… Tidak menyangka bisa bertemu dengamu disini.”katanya sok kenal. “Eeh? Indonesia jin desuka?” aku kaget. “Apa kau pikir wajahku setampan orang Jepang?” dia tersenyum.  “Apa kau tidak mengingatku, kamu Yuri anak kelas 7A SMP Permai Jogjya kan? Gula Jawa?”katanya mengejekku.
Mendengarnya aku diam, mulai berfikir siapa dia. Aku mulai mengingat masa 7 tahun silam, “Jadi kamu… Kentang!” kataku berteriak. “K E N T A, Gula Jawa!” ejanya sambil mencubit kedua pipiku. Meskipun dia selalu mengejekku Gula Jawa dan sering membuatku dongkol, tapi sesungguhnya aku menaruh perasaan padanya. Hanya saja, saat naik ke kelas 8 dia menghilang tanpa tahu dia dimana.
Dia, cinta pertamaku ada di hadapanku. “Itai Kentang!”aku menepis tangannya. “Otousan hayaku!” tiba-tiba seorang anak laki-laki menarik ujung bajunya. “Ee… Otousan?”pikirku penuh tanya. Apa mungkin Kenta sudah menikah dan memiliki seorang anak? Atau itu anak angkatnya? Atau hanya salah orang? Atau…
“Aa… Yuri ini Kenji anakku. Tampan tidak?” dia memperkenalkan anak laki-laki itu. Aku hanya tersenyum miris menatapnya. “Kawai ne. Sudah malam, sepertinya aku harus pulang. Jya ne. Senang bertemu denganmu lagi.” Entah apa yang kukatakan, aku langsung pergi melangkahkan kaki ini dengan cepat. “Yah… Kurasa cinta pertama tak harus kumiliki seutuhnya.” benakku.



untuk pertama kalinya aku mempublikasikan cerita super pendek ini. So bagus nggak bagusnya harus di coment!! heheee ^.^

16 komentar:

  1. aaa.....tak harus memiliki T.T

    BalasHapus
  2. aqu juga punya cerpen moonkkk..... ^-^

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayooo di publikasiin vin :) biar aku bisa baca :)

      Hapus
  3. uhuk uhuk... jadi berasa pengen batuk baca post nya omink :p

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. cerpenmu sepertinya jauh lebih sosweet dari cersupenku nie gee :)

      Hapus
  5. keren2 mink, ayo kalo masih ada go publik, hehehehhe, ^^

    BalasHapus
  6. ehem2, kalo ga dapet bapaknya, tunggu aja anaknya, mink, hehe
    bagus bagus, taro di majalah ntar,

    BalasHapus
  7. opss.. ternyata udah punya anak 0.o

    BalasHapus
  8. minkmonk... nggak ada yg pendekan lagi ceritanya :D
    pendek lii ceritanyaa..

    BalasHapus
  9. ciee ciee minkMonk...
    cerita fiktif belaka atau dari kisah nyata tuch? ^^

    BalasHapus